Pembangkit PWM dirancang menggunakan IC pewaktu 555. IC pewaktu 555 yang dirangkai sebagai multivibrator astabil dapat menghasilkan tegangan pulsa 5 volt. Tegangan pulsa 5v tersebut dapat diatur duty cycle-nya dari 50% sampai dengan 100%. Duty cycle yang diinginkan dapat dicapai dengan mengatur nilai-nilai RA, RB dan C. Tegangan inilah yang kemudian dijadikan sebagai sinyal PWM. Rangkaian IC 555 sebagai multivibrator astabil ditunjukkan oleh gambar .
Tampilkan postingan dengan label teknik kendali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik kendali. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 Maret 2010
Rabu, 17 Maret 2010
Overview Pengendali Proportional Integral Derivative (PID)
Pengendali PID merupakan salah satu jenis pengendali yang banyak digunakan di dunia industri. Pengendali PID melakukan koreksi terhadap error yang terjadi pada system dibandingkan dengan nilai yang diinginkan dengan cara melakukan perhitungan berdasarkan algoritma PID.
Algoritma pengendali PID terdiri dari tiga bagian; proportional, integral dan derivative. Bagian proportional menentukan reaksi sistem terhadap error saat ini, bagian integral menentukan reaksi sistem berdasarkan akumulasi error yang terjadi, dan bagian derivative menentukan reaksi sistem terhadap perubahan error yang terjadi. Penjumlahan terhadap ketiga komponen tersebut digunakan untuk melakukan koreksi terhadap error yang terjadi pada sistem dibandingkan dengan nilai yang diharapkan. Aksi pengendalian tersebut dilakukan dengan cara menyetel ketiga konstanta pada algoritma PID sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh sistem.
Label:
derivative,
integral,
proportional,
teknik kendali
Langganan:
Postingan (Atom)


